Kamis, 26 Mei 2011

Tembang Ilir-ilir ini merupakan buah cipta sunan Kalijaga,
waktu dulu nyanyi sama ngebayangin ada orang jatuh pas manjat pohon belimbing... oh my GOD, ternyata meleset total haha..


dari tembang lir ilir :



Lir-ilir, lir ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh penganten anyar.


Cah angon-cah angon

Penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu ya penekno
Kanggo mbasuh dodotiro.

Dodotiro.. dototiro
Kumitir bedah ing pinggir
Dondomana jlumatono
Kanggo seba mengko sore

Mumpung jembar kalangane
Mumpung padang rembulane
Yo surake
Surak hore!



yang artinya seperti ini:

Ilir-ilir, ilir-ilir
tandure wus sumilir
tak ijo royo-royo
tak sengguh temanten anyar

tandure wus sumilir
Bait di atas di atas menggambarkan hamparan tanaman
padi di sawah yang menghijau, dihiasi oleh tiupan angin sepoi-sepoi
yaitu proses bertambahnya usia yang setiap tahun bertambah
dalam proses menghijau, disertai dengan pendewasaan diri
sampai seseorang siap untuk menikah (penganten anyar)/dewasa
yang disertai dengan peristiwa-peristiwa susah dan senang yang bertiup 
seperti terkadang adanya badai yang tergambar dalam menghadapi permasalahan hidup
kadang tertawa dan kadang menangis


ngliliro/ tangio/ bangunlah, bangunkanlah apa yang ada didalam dirimu
dengan angin, yaitu tarikan nafas atau dzikir
bangunkanlah sejatimu dengan hembusan nafas

Bocah angon, bocah angon
penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno
kanggo mbasuh dodot-iro

Anak gembala,
panjatlah [ambillah] buah belimbing itu [dari pohonnya].
Panjatlah meskipun licin,
karena buah itu berguna untuk membersihkan pakaianmu.

buah belimbing disini menggambarkan rukun Islam yang lima
dimana sari yang kita ambil adalah tonggak untuk pedoman hidup.
panjatlah bermakna jalanilah meskipun kadang berat dan sulit namun jalanilah
karena dengan menjalaninya kamu akan menjadi pribadi yang baik





bocah angon itu menggambarkan diri seseorang
penggembala yang harus dapat menguasai nafsu, pikiran, dan amarahnyaun pemimpin
formal dalam berbagai tingkatan.

Dodot-iro, dodot-iro
kumitir bedah ing pinggir
dondomono, jlumatono
kanggo sebo mengko sore

Pakaianmu berkibar tertiup angin
Yang rusak ataupun sobek di pinggirnya.
Jahitlah dan rapikanlah
Untuk kembali sowan menghadap saat kembali padaNya

pakaian adalah hati kita yang termasuk perilaku atau amalan kita
yang harus kita jaga kebersihannya pada saat kita harus kembali padaNya


Mumpung padhang rembulane
mumpung jembar kalangane


mumpung adalah menggambarkan waktu
yaitu ketika masih hidup digambarkan dalam kaliamat tersebut
ketika kamu masih hidup maka perbaikilah semuanya sebelum kematian itu tiba

temukanlah Allah ketika kamu masih hidup dengan mencariNya
hingga kita kembali padaNya, karena dari Allah kembali pada Allah


kalau begitu, siapakan dan dimanakah Allah sebenarnya??



Tidak ada komentar:

Posting Komentar