Rabu, 25 Mei 2011

sang matahari yang dengan kebesarannya
bercahaya, terang pemberi kehangatan
pemberi sinar bagi kehidupanmu



dia pun adil memberikannya tanpa membedakan
atas sinarnya bagi semua
bagimu ataupun bagi potongan dagingmu yang lain

adakalanya dia menyinari lebih 
pada daerah yang lain
ataupun potongan dagingmu yang lain

tapi, sayangku...
aku hanyalah sebuah bulan
bulan bagimu dan bagi kalian



yang tidak bersinar seterang matahari
bahkan sinarnyapun pucat dan redup
yang tak hangat seperti matahari

tapi, sayangku...
ketenangan dan kenyamanan 
akan selalu mendamaikanmu

hingga engkaupun bertemu kedamaian abadi
yang selalu dalam gelapnya mata terpejam
hingga kau kembali memberi senyum pada mentari pagi

tak ada yang salah dari kamu ataupun kita
jikalau terkadang kau merasa matahari tak adil padamu
pejamkanlah matamu

karena di kegelapanlah engkau tenang
carilah disana...
dari sinar matahari yang terkadang menyengat

engkau dan kalian sangat berharga dan tak berbanding
dari hal ataupun potongan dagingmu yang lain
taukah engkau? mereka takkan jauh lebih baik darimu atau kalian

bersabarlah, sayangku..
kalian adalah awan dan hujan...
mengalahkan teriknya matahari penyejuk bumi

engkau adalah pemenangnya, kalian..
karena kalian ada didalam hatiku
dan karena engkaulah seharusnya aku bahagia dan tersenyum

janganlah kau benci dan mengumpat pada malam
karena dialah pelindungmu dari teriknya matahari 
menidurkanmu dan menjaga tiap tidurmu

yang tetap tersenyum ketika kau terlelap
yang terlupakan ketika siang dan kau tersenyum pada sang matahari
tapi sangatlah berarti bagimu..

dan disaat engaku membuka matamu kembali dan terjaga
lihatlah...
hanya aku yang tersenyum padamu, adakah yang lain??
ataukah matahari yang menyinarimu??
akulah yang selalu tersenyum ketika matahari terlelap
akulah yang ada ketika semua pergi meninggalkanmu dan terlelap
akulah yang ada dan siap mendengar semua makian ataupun sanjungan

dan ketika engakau melihat aku yang masih didekatmu
engkaupun kembali terlelap setelah kutersenyum
kalian kembali terlelap

sadarkah engkau dan kalian pemilik surgaku
tak pernahkah kalian terbesit apakah aku bahagia?
dan akupun menjawab..
kalian lah pemilik surgaku....
bertahta dihati, tak pernah terpikirkah kalian kebahagiaanku?

janganlah kau tinggikan nada bicaramu..
kemarahanku hanyalah semu
yang terbenam kesombongan keindahan wujud

karena sakitnya akan selalu terasa
ketika surgaku berduka 
ataupun murka......


wahai pemilik surgaku...
pejamkanlah matamu dikala gelap ataupun terang..
karena didalam kegelapan itulah ada kedamaian abadi

yang selalu tersenyum ketika kau memaki
yang selalu memaafkan ketika engkau lupa
yang selalu memberi ketika engkau lupa kewajibanmu
yang menanti ketika terlupakan 
yang selalu bersemayam didalam hati

maka ketika akulah kegelapan itu 
yang selalu menuntunmu menemuiNya
menunjukan jalanmu bertemu denganNya
tak pantaslah bagimu memberikan luka bagi sang kegelapan
tapi Dia selalu memberi tahuku
untuk selalu menemanimu dan kalian
menerima apa adanya
karena itulah janji yang telah kuucapkan padaNya 
sebagai ucap janji bersumpah 
dalam suka ataupun duka
maka tak pantas bagiku mendustakannya



Allah bless us, wahai pemilik hati dan surgaku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar