sang matahari yang dengan kebesarannya
bercahaya, terang pemberi kehangatan
pemberi sinar bagi kehidupanmu
dia pun adil memberikannya tanpa membedakan
atas sinarnya bagi semua
bagimu ataupun bagi potongan dagingmu yang lain
adakalanya dia menyinari lebih
pada daerah yang lain
ataupun potongan dagingmu yang lain
tapi, sayangku...
aku hanyalah sebuah bulan
bulan bagimu dan bagi kalian
yang tidak bersinar seterang matahari
bahkan sinarnyapun pucat dan redup
yang tak hangat seperti matahari
tapi, sayangku...
ketenangan dan kenyamanan
akan selalu mendamaikanmu
hingga engkaupun bertemu kedamaian abadi
yang selalu dalam gelapnya mata terpejam
hingga kau kembali memberi senyum pada mentari pagi
tak ada yang salah dari kamu ataupun kita
jikalau terkadang kau merasa matahari tak adil padamu
pejamkanlah matamu
karena di kegelapanlah engkau tenang
carilah disana...
dari sinar matahari yang terkadang menyengat
engkau dan kalian sangat berharga dan tak berbanding
dari hal ataupun potongan dagingmu yang lain
taukah engkau? mereka takkan jauh lebih baik darimu atau kalian
bersabarlah, sayangku..
kalian adalah awan dan hujan...
mengalahkan teriknya matahari penyejuk bumi
engkau adalah pemenangnya, kalian..
karena kalian ada didalam hatiku
dan karena engkaulah seharusnya aku bahagia dan tersenyum
janganlah kau benci dan mengumpat pada malam
karena dialah pelindungmu dari teriknya matahari
menidurkanmu dan menjaga tiap tidurmu
yang tetap tersenyum ketika kau terlelap
yang terlupakan ketika siang dan kau tersenyum pada sang matahari
tapi sangatlah berarti bagimu..
dan disaat engaku membuka matamu kembali dan terjaga
lihatlah...
hanya aku yang tersenyum padamu, adakah yang lain??
ataukah matahari yang menyinarimu??
akulah yang selalu tersenyum ketika matahari terlelap
akulah yang ada ketika semua pergi meninggalkanmu dan terlelap
akulah yang ada dan siap mendengar semua makian ataupun sanjungan
dan ketika engakau melihat aku yang masih didekatmu
engkaupun kembali terlelap setelah kutersenyum
kalian kembali terlelap
sadarkah engkau dan kalian pemilik surgaku
tak pernahkah kalian terbesit apakah aku bahagia?
dan akupun menjawab..
kalian lah pemilik surgaku....
bertahta dihati, tak pernah terpikirkah kalian kebahagiaanku?
janganlah kau tinggikan nada bicaramu..
kemarahanku hanyalah semu
yang terbenam kesombongan keindahan wujud
karena sakitnya akan selalu terasa
ketika surgaku berduka
ataupun murka......
wahai pemilik surgaku...
pejamkanlah matamu dikala gelap ataupun terang..
karena didalam kegelapan itulah ada kedamaian abadi
yang selalu tersenyum ketika kau memaki
yang selalu memaafkan ketika engkau lupa
yang selalu memberi ketika engkau lupa kewajibanmu
yang menanti ketika terlupakan
yang selalu bersemayam didalam hati
maka ketika akulah kegelapan itu
yang selalu menuntunmu menemuiNya
menunjukan jalanmu bertemu denganNya
tak pantaslah bagimu memberikan luka bagi sang kegelapan
tapi Dia selalu memberi tahuku
untuk selalu menemanimu dan kalian
menerima apa adanya
karena itulah janji yang telah kuucapkan padaNya
sebagai ucap janji bersumpah
dalam suka ataupun duka
maka tak pantas bagiku mendustakannya
Allah bless us, wahai pemilik hati dan surgaku



Tidak ada komentar:
Posting Komentar