Rabu, 25 Mei 2011

aku hanyalah wujud yang telah tercipta
sebagai dan memiliki peran yang harus dijalani 
seperti yang telah tertulis 

engkau bertanya dan berkata padaku
pejamkanlah matamu
bersembahyanglah, temukan diriNya

namun, setiap hati bergumam,...
"Gusti, kawula pasrah, masrahaken nyawa, nasib saha urip sak pirantinipun..
dipun paringi sengsara, susah punapa seneng menawi sedaya sampun kersanipun Paduka Gusti
kawula pasrah..."
tak semudah pengucapannya...

semua hal nampak didepan mata...
aku melihat..
semua hal hanya seperti sekejap mata berkedip

dulu kumasih berada dipangkuan mereka
menikamati kenakalan dan kepolosan..
tak mengerti maksud nafas ditiupkan

dan aku melihat diriku sendiri
merangkak menjauhi mereka...
menghampiri fatamorgana kehidupan..

ketika kudekati dan aku menyadarinya
aku menengok kebelakang..

aku sudah amat jauh dari mereka
dua orang yang sangat aku sayang...
sesosok lelaki dan wanita yang tengah menua

dan  aku pun tersadar...
sang waktu telah mengalahkanku..

dalam hati bertanya...
kapan proses ini berjalan?? kenapa sangat cepat berlalu
dan aku seketika tersadar, sang waktu telah mengalahkanku..
kutatap mereka dan mereka hanya tersenyum..

mengisyaratkan aku untuk tetap menatap lurus kedepan
seketika dalam hati menangis
kumasih ingin bermanja..


tapi didepan adalah jalan yang harus kulalui..
mengembangkan layar kehidupan
kulihat mereka sekali... mereka telah menua
sosok yang dulu kuat perlahan merapuh
kerutan dan uban adalah mahkota keindahan mereka

semakin melangkah..
semakin aku tak kuasa untuk melihat masa laluku

berkata dengan nada meninggi ataupun baik sengaja ataupun tidak mengatakan sesuatu yang membuat hati mereka menangis...
mereka tak kan pernah menyadari mereka adalah pemilik hati dan kebahagiaanku..
saat mereka menolehkan muka dan berpaling dengan muka tidak tersenyum adalah siksaku

setiap kata yang keluar dari mulut hanyalah pujian dan doa untuk mereka
setiap nafas yang terhembus adalah ucapan terimakasihku
yang takkan bisa membalas setiap tetes keringat yang menetes demiku..



janganlah kalian mengatakan atau mengucap dalam hati telah gagal membuat aku menjadi seperti yang kalian impikan..., karena dalam hati ini menangis.
semakin menyalahkan diri sendiri yang karena tak mampu membalas apa yang kalian lakukan padaku

apa yang telah dapat kuberi?
hanyalah tangis, susah ataupun kegelisahan kalian...

kembali kulihat kedepan..
ada cahaya yang menyambutku, walaupun cahaya itu kadang redup
dan terkadang tertutup karena pekatnya malam


aku sangat bergantung padanya...

wahai cahaya yang menyambutku
menuntun setelah sekian tahun untuk bersama mencari jalan kehidupan
bawalah aku untuk menuju kedamaian abadi..
bukan dengan tangan kosong namun dengan membawa tunainya kewajibanku
terhadap kedua sosok dibelakangku..

terangilah mereka..
sehingga ketika karakter ini harus menghentikan perannya
aku dapat tersenyum bahagia..


melepas cinta untuk menuju Cinta sejati..
akhir pencarian dan perjalanku



wahai orang orang terkasih..
suatu saat ketahuilah aku sangat menyayangi kalian...
dan penuntunku berkata...
kau terlahir penuh kasih....
janganlah kalian melihat jasad
lihatlah kedalam raga ini



Kamu-kamulah surga - dewa 19

Kamu-kamulah surga
Tahukah kamu kuciumimu
disaat kamu terlelap
Tahukah kamu kudekap kamu
disaat kamu bermimpi

Tahukah kamu ya cuma kamu
pemilik hatiku
Tahukah kamu hatiku ini
adalah hatimu

Tahukah kamu disetiap tidurmu
ku kagumi wajahmu
Nanti kau kan tahu nanti kau dengar
bahwa aku begitu

kamu-kamu adalah surga yang ada
Dalam hidupku dalam kenyataanku
amu aku adalah penghuni surga
Ucapkan salam pada hidup dan mati

Tahukah kamu saat kamu menangis
Adalah air mataku yang jatuh berlinang
Tahukah kamu saat kamu tersakiti
Adalah aku yang pertama terluka

Tahukah kamu ya Cuma aku
yang punya cinta untukmu
tahukah kamu ya Cuma aku
yang rela mati untukmu

Aku.. ada.. untuk.. kamu..
Aku.. ada.. untuk.. kamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar