Jumat, 20 Mei 2011

aduuuuh... maag kambuh...

Maag (istilah medis : dispepsia, gastritis) adalah kumpulan gejala yang dirasakan di perut bagian atas (ulu hati) mulai dari rasa tidak nyaman hingga nyeri perut. Maag merupakan gangguan lambung yang sering dialami oleh orang dewasa. Sekitar 25% orang mengalami maag setiap tahunnya. Derajat beratnya penyakit maag bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Maag sering kali berulang terutama bila faktor pencetusnya tidak dihindari dengan baik.
Bagi sebagian besar orang, maag sering dianggap sepele. Hal tersebut disebabkan sebagian besar keluhan maag ringan dan membaik dengan makan teratur. Namun maag dapat menjadi kronik dan berkomplikasi yang serius bila tidak ditangani dengan baik.
Sebetulnya maag bukanlah suatu diagnosis penyakit. Maag adalah kumpulan keluhan saluran pencernaan yang disebabkan gangguan pada lambung. Keluhan maag juga dapat dicetuskan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu maag memerlukan penanganan yang baik yaitu mencari tahu penyebab maag (diagnosis penyebab maag), menghindari faktor pencetus maag, mengatur pola makan, dan pengobatan sesuai indikasi.

Gejala
Gejala maag bervariasi mulai dari ringan seperti sekedar rasa tidak nyaman di perut bagian atas (ulu hati) sampai nyeri perut hebat. Berikut ini gejala maag :
  • Perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat membaik atau memburuk setelah makan
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Kembung
  • Terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan
  • Rasa tidak nyaman di perut bagian atas

Penyebab
Maag dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan pola hidup. Berikut ini berbagai penyakit (kondisi medis) yang dapat menyebabkan keluhan maag :
  1. Dispepsia fungsional (nonulcer dyspepsia). Dispepsia fungsional adalah rasa tidak nyaman hingga nyeri di perut bagian atas yang setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh tidak ditemukan penyebabnya secara pasti. Dispepsia fungsional adalah penyebab maag yang paling sering.
  2. Tukak lambung (stomach ulcers). Tukak lambung adalah adanya ulkus atau luka  di lambung. Gejala yang paling umum adalah rasa sakit yang dirasakan terus menerus, bersifat kronik (lama) dan semakin lama semakin berat.
  3. Refluks esofagitis (gastroesophageal reflux disease)
  4. Pangkreatitis
  5. Iritable bowel syndrome
  6. Pemakaian obat penghilang nyeri secara terus menerus. Obat analgesik anti inflamasi nonsteroid (AINS) seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan peradangan pada lambung. Jika pemakaian obat – obat tersebut hanya sesekali maka kemungkinan terjadinya masalah lambung akan kecil. Tapi jika pemakaiannya secara terus menerus atau pemakaian yang berlebihan dapat mengakibatkan maag.
  7. Stress fisik. Stress fisik akibat pembedahan besar, luka trauma, luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan gastritis serta pendarahan pada lambung.
  8. Malabsorbsi (gangguan penyerapan makanan)
  9. Penyakit kandung empedu
  10. Penyakit liver
  11. Kanker lambung (jarang)
  12. Kanker esofagus (kerongkongan)(jarang)
  13. Penyakit lain (jarang)
Selain karena penyakit, keluhan maag juga dapat disebabkan faktor risiko atau pola hidup berikut ini :
  1. Minum alkohol (ayo berhenti minum alkohol)
  2. Terlalu banyak minum kopi
  3. Makan berlebihan
  4. Makan terlalu cepat
  5. Makan makanan berlemak
  6. Makan makanan pedas
  7. Makan tidak teratur
  8. Terlalu banyak makan coklat
  9. Minuman berkarbonasi
  10. Stress atau faktor psikis
  11. Konsumsi jamu pegal linu, jamu asam urat, jamu reumatik, dan beberapa jamu lainnya.

Bagaimana Kita Tahu Penyebab Maag Kita?
Begitu banyak penyakit dan faktor pola hidup yang dapat menyebabkan keluhan maag. Lalu bagaimana kita bisa tahu apa penyebab maag kita? Anda perlu melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter. Dokter biasanya melakukan wawancara menyeluruh untuk mencari kemungkinan penyebab, faktor risiko/pola hidup, dan beratnya gangguan maag. Maag yang kronik atau berat memerlukan pemeriksaan penunjang; mungkin endoskopi, usg perut, atau pemeriksaan lainnya. Maag yang ringan umumnya tidak memerlukan pemeriksaan khusus.
Apabila setelah dilakukan pemeriksaan dokter tidak ditemukan penyebab maag secara pasti, maka maag yang anda alami mungkin termasuk dispepsia fungsional (nantikan artikel berikutnya tentang dispepsia fungsional).

Penanganan Maag
Penanganan maag sebaiknya dilakukan secara holistik. Penyebab maag perlu dicari tahu dan diobati sesuai dengan penyebabnya. Berbagai faktor risiko/pola hidup yang dapat mencetuskan maag sebaiknya dihindari. Maag yang ringan mungkin dapat diatasi dengan perubahan pola hidup dan pola makan yang baik. Namun apabila maag tidak membaik dengan perubahan pola hidup/pola makan, dapat diberikan obat maag. Diskusikan dengan dokter anda mengenai penanganan dan pengobatan maag.

sumber : ArisClinic, informasi kesehatan keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar